Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Kisah Ngentot Perawat Plus - Plus

Viral Kisah Ngentot Perawat Plus - Plus

  Iklans.com - Saya telah menerima banyak email dari pembaca yang penasaran menanyakan jati diri saya atau pun wanita yang saya telah saya tiduri. Perlu saya jelaskan bahwa Arthur hanyalah nama samaran saya. Tidak mungkin saya pakai nama asli karena akan dikenali orang-orang yang pernah tinggal di San Francisco dan otomatis orang-orang akan dengan mudah menebak nama-nama teman wanita yang ada di cerita-cerita saya. Semua nama-nama orang yang ada di cerita saya adalah nama samaran, akan tetapi semua kisah saya adalah nyata dan tidak saya tambah-tambahi. Apa adanya.

Teriring salam,

Arthur.

*****

Februari, Senin 2026


Saya terbangun dipagi hari dengan perasaan sakit yang luar biasa. Kepala saya terasa berat, badan saya panas sekali, dan badan tidak terasa bertenaga. Saya mencoba bangun dan sarapan. Setelah makan, saya malah terasa semakin lemas. Akhirnya saya SMS sekretaris saya untuk bilang tidak masuk kantor karena sakit. Jam 11 siang saya terbangun, kepala terasa semakin berat dan lemas sekali.

“Something is wrong” gumam saya.

Saya minta pembantu saya untuk panggil taksi. Setelah taksi tiba, saya berangkat dan minta diantar ke rumah sakit swasta yang besar di daerah kuningan, Jakarta. Saya langsung masuk ke unit gawat darurat dan tim medis langsung menangani saya. Darah saya diambil untuk dites dan sebuah infus dipasang dilengan kiri saya. Sejam kemudian, dokter memberitahukan hasil lab yang menyatakan trombosit darah saya jauh dibawah normal. Saya diminta untuk diopname.

Sambil mengisi registrasi rumah sakit, saya minta kamar VIP dan menelepon orang tua saya bahwa saya diopname dan minta dibawakan baju ganti dari rumah saya. Setelah urusan beres, saya langsung diantar ke kamar VIP. Selesai makan siang dan obat, saya langsung tidur dengan pulas. Sore hari, orang tua saya datang membawa baju ganti, dsb. Saya wanti-wanti mereka untuk tidak memberitahu kakak atau saudara saya karena tidak mau diganggu selama diopname.

Selasa

Jam 5:45 pintu kamar saya terbuka, seseorang membawa sarapan disusul oleh seorang pria yang membawa kotak putih, rupanya ia perlu mengambil darah saya untuk dibawa ke lab. Kepala saya masih sakit, badan masih panas dan masih tak bertenaga. Selesai sarapan kembali saya tertidur. Jam 6:30, seorang suster masuk.

“Selamat pagi Pak Arthur, saya mandikan ya supaya segar” kata suster.

Saya membuka mata sedikit dan mengangguk. Si suster dengan cekatan membuka baju dan celana tidur saya. Seluruh tubuh saya dioleskan dengan sabun cair lalu digosok setelah itu dilap dengan handuk basah. Selama dimandikan, saya menutup mata saya karena masih pusing. Sesekali saya membuka mata, saya perhatikan si suster bernama Mia (bukan nama asli). Tubuhnya langsing, rambutnya pendek, dadanya terlihat membusung dibalik baju seragam perawatnya.

“Pak, mau dibersihkan daerah selangkangan?” suster Mia bertanya.
“Ya boleh aja” jawab saya malas-malasan.

Celana dalam saya dibuka dan kembali suster Mia mengoleskan sabun cair dan membersihkan daerah selangkangan lalu dilap dengan handuk basah. Selama dibersihkan didaerah selangkangan, kontol saya terkulai dengan lemas. Ternyata urat mesum saya sedang tidak beraksi sama sekali, hahahaha. Setelah beres, suster Mia membantu saya memakai pakaian yang bersih dari tas saya lalu saya mengucapkan terima kasih. Jam 8, dokter datang untuk memeriksa kondisi saya kemudian saya melanjutkan tidur. Lanjut baca!


Anal Sex dengan Nanik dan Suami Ku

Anal Sex dengan Nanik dan Suami Ku

  Tradingan.com - Nama saya Nanik. Saya adalah anak pertama dari sebuah keluarga yang serba berkecukupan. Ayah saya adalah seorang pengusaha di bidang perbankan yang cukup diperhitungkan di daerah saya. Saya menikah atas dasar paksaan ayah saya. Sungguh tidak mengenakan menikah dengan orang yang tidak saya cintai, walaupun sudah kurang lebih sembilan tahun usia pernikahan kami. Suami saya, Bramono, adalah seorang dokter yang sedang mengambil spesialisasi bedah di Rumah Sakit pemerintah di kota kami. Terlihat hebat memang. Tapi sayangnya keluarganya ternyata memiliki bibit keturunan “orang stress”.

Ini yang menyebabkan saya mengambil keputusan untuk lebih baik mengadopsi daripada memiliki keturunan ‘stress’.


Sikapnya sebagai suami sama sekali tidak mencerminkan seorang suami. Terlebih saat dia menyadari bahwa dirinya adalah kesayangan ayah saya, mertuanya.
Beberapa alasan ayah saya sangat menyayanginya adalah karena suami saya adalah seorang dokter dan (katanya) adalah keturunan orang terhormat. Terhormat? Menjaga nama baik diri sendiri saja tidak bisa, apalagi nama baik keluarga dan rumah tangga?
Sudah cukup lama saya bertahan menjaga nama baik keluarga, hingga akhirnya saya menyadari bahwa ada pihak ketiga yang mengganggu rumah tangga kami.

Namanya Erna. Dia seorang mahasiswi kedokteran hewan yang menjadi gundik suami saya untuk sekian tahun lamanya. Sama sekali tidak ada yang menarik dari dirinya. Kalau boleh saya menyombongkan diri, perbedaan saya dan dirinya ibarat langit dan bumi.
Entah apa yang diinginkan suami saya dari dirinya.
Bukan hanya nama baik rumah tangga kami yang tercoreng, tapi juga nama baik orang tua saya. Dia membawa ‘gundik’nya itu dengan leluasa menggunakan kendaraan pribadi ayah saya, karena memang ia belum mampu memiliki sebuah mobil. Bahkan untuk membeli bautnya pun mungkin masih meminta uang dari saya.

Di tengah kebingungan, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program Magister Manajemen yang baru saja dibuka di sebuah universitas negeri di kota saya. Di sini saya banyak menjumpai teman baru. Kejenuhan dan kebingungan saya mulai sedikit terobati dengan aktivitas belajar baik di kampus maupun di luar.

Entah angin darimana yang berhembus, saya mendengar bahwa salah seorang teman kuliah saya bertempat tinggal di daerah perumahan yang sama dengan Erni. Tiba-tiba timbul kembali rasa penasaran terhadap ‘gundik’ suami saya itu.
Ibarat wartawan, saya pun mulai melancarkan beberapa pertanyaan daerah seputar perumahan tersebut.

Namanya Eri. Begitu setidaknya ia dipanggil. Pertama memang ia menaruh curiga terhadap pertanyaan saya. Saya berusaha membohonginya agar aib rumah tangga saya tidak terbongkar. Namun karena rasa penasarannya yang begitu besar, saya tidak dapat lagi menutupinya. Terlebih dia begitu jelas memberi informasi mengenai dimana lokasi tepatnya Erni tinggal dan keadaan sekelilingnya.
Hingga akhirnya saya meminta tolong untuk sesekali mengintip apakah suami saya pernah berkunjung ke sana.
Akibatnya, saya sering berhubungan dengannya untuk mendapatkan informasi lebih darinya.

Dari sekedar menerima informasi dan meminta tolong lagi, akhirnya saya tidak dapat menahan lagi penderitaan yang saya alami. Saya akhirnya sering berkeluh kesah mengenai keadaan rumah tangga saya yang sebenarnya. Entah kenapa saya lakukan ini.
Eri adalah totally stranger, yang seharusnya sama sekali tidak mengetahui kondisi intern rumah tangga kami. Tapi bagaimana lagi? Lanjut baca!


Viral Kisah Ngentot Anal Ganasnya Ibu Kostku 2

Viral Kisah Ngentot Anal Ganasnya Ibu Kostku 2

  Aopok.com - Dengan perlahan tapi pasti, Ibu Intan mulai memainkan pinggulnya naik turun secara perlahan.

“Aaahh.. uuhh”, desahku ketika Ibu Intan memainkan pinggulnya naik turun secara perlahan dan sesekali memutarkan pinggulnya. Itu membuat diriku seperti melayang ke udara. Aku pun mulai menggoyangkan pantatku naik turun.
“Do.. giillaa.. enaakk ssekali..”, teriak Bu Intan.


Aku tak mampu untuk berkata-kata lagi. Aku hanya bisa mendesah dan mendesah. Lama kelamaan Ibu Intan mulai mempercepat ritme goyangannya, naik turun dan sesekali memutarkan pinggulnya.

Tak mau kalah, aku pun mulai mempercepat sodokanku.
“oohh.. yess.. ohh..”, desah Ibu Intan.
“Ahh.. uhh.. goyang terruss buu”, kataku.
“Enaakk.. Doo.. tolong cepetin sodokanmu Do..”, katanya.
Sodokanku semakin cepat dan semakin cepat pula Ibu Intan menggoyangkan pinggulnya.
“Ohh.. shit.. oohh.. nnikkmmat..”, Ibu Intan berteriak seraya menjambak rambutku.

Dia mulai membuka slayerku. Aku bisa melihat pemandangan yang sungguh menakjubkan sekaligus menggairahkan di depanku. Tubuh Ibu Intan yang bergoyang membuat rambutnya acak-acakan dan seluruh tubuhnya penuh dengan keringat. Payudaranya yang putih bersih dengan putingnya yang kecoklatan ikut bergoyang seirama dengan goyangan pinggulnya yang mengocok kemaluanku. Mukanya yang manis dengan mata yang sesekali merem melek, mulutnya yang mendesah dan sesekali mengeram serta wajahnya yang dipenuhi keringat membuat ia keliatan seksi dan menggairahkan.
“Ahh.. shit.. oh.. god.. ohh.. enak..”, desahnya.
Aku melihat Ibu Intan yang setiap hari terlihat lembut ternyata memiliki sisi yang sangat menggairahkan dan terlihat haus akan sex. Ibu Intan pandai memainkan ritme goyangannya, kadang dia melambatkan goyangan pinggulnya kadang dengan tiba-tiba mempercepatnya. Aku hanya bisa mengikuti perrmainannya dan aku sangat menikmatinya.

“Aaahh..!”, aku berteriak keenakan ketika aku merasakan diantara goyangannya yang mengocok kemaluanku, vaginanya seperti menghisap kemaluanku.
“Mampus kamu Do.. tapi enak kan? Itu namanya “hisapan maut”.. Ibu mempelajarinya melalui senam Keggel..”, katanya sambil memandangku dengan liar.
Aku semakin mempercepat sodokanku dan Ibu Intan pun mempercepat goyangannya naik turun dan berputar secara bergantian sesekali dilakukannya hisapan maut yang membuat seluruh tulang dalam tubuhku seperti terlepas dari persendiannya. Ibu Intan mulai menciumi leherku dan bibirku.

Kami semain “panas” dan lidah kami saling berpagutan sementara sodokan kemaluanku dan goyang pinggulnya semakin lama semakin cepat.
“Uhh.. ahh.. shh.. ahh..”, aku mendesah.


Ibu Intan semakin ganas menciumiku seraya aku mempercepat sodokannya. Aku merasakan sesuatu akan keluar mendesak dari penisku.
“Bu Intan.. ahh.. uhh.. shh.. akkuu mauu kkeluarr..”, kataku.
“Ibu juga.. ahh.. tahann.. kita keluarin sama-sama.. sshh ahh..”.
“Aku ga tahan lagi bu..”.

Tiba-tiba Ibu Intan berteriak panjang.
“Aaahh..” sambil memelukku dengan sangat erat.
“Aaahh..”. bersamaan dengannya aku merasakan penisku memuntahkan cairan hangat di dalam vaginanya. Lanjut baca!


Viral Kisah Ngentot Anal Ganasnya Ibu Kostku 1

Viral Kisah Ngentot Anal Ganasnya Ibu Kostku 1

  Iklans.com - Nama saya adalah Aldo. Saya merupakan mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi di kota Bogor. Saya memiliki pengalaman yang tak akan saya lupakan seumur hidup saya. Kejadian itu terjadi pada waktu saya masih kuliah di tingkat 1 semester ke-2.

Saat itu saya tinggal di sebuah rumah yang oleh pemiliknya disewakan untuk kost kepada mahasiswa. Saya tinggal bersama 2 orang mahasiswa lain yang keduanya merupakan kakak kelas saya. Pemilik rumah kos itu adalah seorang Dosen yang kebetulan sedang studi di Jepang untuk mendapatkan gelar Doktor. Ia telah tinggal di Jepang kurang lebih 6 bulan dari rencana 3 tahun ia di sana.


Agar rumahnya tetap terawat maka ia menyewakan beberapa kamar kepada mahasiswa yang kebetulan kuliah di dekat rumah itu. Yang menjadi Ibu kost-ku adalah istri dari Dosen yang pergi ke Jepang tersebut. Namanya sebut saja Intan. Aku sering menyebut ia Ibu Intan. Umurnya kira-kira sekitar 30 tahunan dengan seorang anak umur 4 tahun yang sekolah di TK nol kecil. Jadi di rumah itu tinggal Ibu Intan dengan seorang anaknya, seorang pembantu rumah tangga yang biasa kami panggil Bi Ana, kira-kira berumur 50 tahunan, aku dan kakak kelasku bernama Kardi dan Jun.

Ibu Intan memiliki tubuh yang lumayan. Aku dan kedua kakak kelasku sering mengintip dia apabila sedang mandi. Kadang kami juga sering mencuri-curi pandang ke paha mulusnya apabila kami dan Ibu nonton tivi bareng. Ibu Intan sering memakai rok apabila dirumah sehingga kadang-kadang secara tidak sadar sering menyingkapkan paha putihnya yang mulus. Ibu Intan memiliki tinggi kurang lebih sekitar 165 cm dengan bodinya yang langsing dan putih mulus serta payudara yang indah tapi tak terlalu besar kira-kira berukuran 34 B (menurut nomer dikutangnya yang aku liat di jemuran). Ibu Intan memiliki wajah yang lumayan imut (mirip anak-anak). Dia sangat baik kepada kami, apabila dia menagih uang listrik dan uang telepon dia meminta dengan sopan dan halus sehingga kami merasa betah tinggal di rumahnya.

Pada suatu malam (sekitar bulan maret), kebetulan kedua kakak kelasku lagi ada tugas lapangan yang membuat mereka mesti tinggal di sana selama sebulan penuh. Sedangkan anak Bu Intan yang bernama Devi lagi tinggal bersama kakeknya selama seminggu. Praktis yang tinggal di rumah itu cuma aku dan Ibu Intan, sedangkan Bi Ana tinggal di sebuah rumah kecil di halaman belakang yang terpisah dari rumah utama yang dikost-kan. Malam itu kepalaku sedikit pusing akibat tadi siang di kampus ada ujian Kalkulus. Soal ujian yang sulit dan penuh dengan hitungan yang rumit membuat kepalaku sedikit mumet. Untuk menghilangkan rasa pusing itu, malamnya aku memutar beberapa film bokep yang kupinjam dari teman kuliahku.
“Lumayan lah, mungkin bisa ngilangin pusingku”, pikirku.
Aku memang biasa nonton bokep di komputerku di kamar kosku apabila kepala pusing karena kuliah.


Pada saat piringan kedua disetel, tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara pintu kamarku terbuka.
“Hayo Aldo, nonton apaan kamu?” Ibu Intan berkata padaku.
“Astaga, aku lupa menutup pintu kamar” gerutuku dalam hati.
Ibu Intan telah masuk ke kamarku dan memergoki aku sedang nonton film bokep. Aku jadi salah tingkah sekaligus malu.
“Anu bu, aku cuma..” jawabku terbata-bata.
“Boleh Ibu ikut nonton?” katanya bertanya padaku
“Boleh..” jawabku seakan tak percaya kalo dia akan nonton film bokep bareng aku.
“Dah lama nih Ibu ga nonton film kaya’ gini. Kamu sering nonton ya?” katanya menggodaku.
“Ah, gak bu..” jawabku Lanjut baca!


Viral Asal Masuk Lobang Anal di Mall Taman Anggrek

Viral Asal Masuk Lobang Anal di Mall Taman Anggrek

  Topoin.com - Pada suatu hari aku mendapatkan kesempatan ke Jakarta untuk mengadakan perjalanan dengan beberapa teman kantor, dan malamnya kami menginap di salah satu hotel yang tidak jauh dari Mall Taman Anggrek, setelah mandi karena seharian harus keliling kota untuk mengikuti tour. Maka kami putuskan untuk mencari makan malam di Mall Taman Anggrek, setelah keliling-keliling sambil melihat-lihat barang di etalase toko yang ada di sana, akhirnya sampailah kami ke food court di lantai 4, setelah lihat sana lihat sini akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di restoran Jepang Hoka-Hoka Bento. Kami bertiga masuk ke rumah makan tersebut dan mengambil nampan yang tersedia di sudut ruangan untuk memilih menu makanan yang diinginkan.


Pada saat aku mengambil nampan itu, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang nyerobot mengambil nampan, setelah kutengok ternyata ada sepasang pria dan wanita yang juga ingin makan malam di tempat itu. Pada mulanya aku merasa panas juga dengan sikap orang yang tak aturan dan tak tahu tata krama dalam antrian, akan tetapi aku masih bisa menahan diri dari pada ribut-ribut di tempat umum. Kubiarkan mereka memesan makanan yang menjadi pilihannya terlebih dulu dan aku harus sabar menunggu di belakangnya, dan terakhir sampai membayar di kasir. Demikian juga dengan aku juga memesan makanan yang menjadi favoritku dan membayarnya di kasir sedangkan kedua temanku masih memilih menu makanannya di belakangku. Akhirnya aku mengambil salah satu tempat duduk yang masih kosong dan terus saja makan dengan santainya, hingga akhirnya aku tertumbuk pada seraut wajah yang lumayan ganteng dan simpatik, sedang memakai baju lengan panjang warna biru muda yang dipadu dengan celana warna gelap, setelah kuamati ternyata dia tadi yang telah nyerobot mendahuluiku.

Kutatap terus wajahnya yang calm itu sehingga lama kelamaan aku akhirnya mengaguminya dan kulihat dari penampilannya mereka berdua, aku mengira bahwa mereka adalah karyawan yang kebetulan sedang makan malam di sini dan si cewek itu tentunya hanya teman kerja saja karena dari sikapnya si cowok itu begitu kaku dalam pembicaraan tidak sebagaimana dengan kekasihnya. Setelah beberapa saat aku mengamatinya. Akhirnya dia merasa kalau sedang diawasi oleh seseorang, maka dia pun menoleh ke arah sumber mata yang sedang mengawasinya yaitu kearah mataku, sehingga aku jadi salah tingkah dan tidak sempat mengalihkan pandanganku dari wajahnya sehingga aku tertangkap basah sedang mengawasinya.  Lanjut baca!


Kisah Anal Sex Untuk Guru Tersayang

Kisah Anal Sex Untuk Guru Tersayang

  Topoin.com - Kisah nyata ini aku alami kira-kira pada tahun 2026 yang lalu, ketika aku masih kelas 3 SMU yang tergolong favorit di kota K yang menjadi tempat tinggal baruku (karena aku SMP di kota P) tentu saja sebagai murid danwarga baru di kota dan sekolahan itu aku belum mempunyai banyak teman (mungkin karena aku yang pendiam kali ya) jadi aku selalu menyendiri, baik di sekolah atau di tempat kostku. Jadi bagiku sekolah itu, datang, masuk, dan pulang, selesai. Padahal walau kulitku hitam (tapi manis bo he..he..he..) banyak juga loh cewek yang ingin dekat dan kenalan, tapi entah mengapa mulai dulu aku kok tidak pernah tertarik pada yang namanya cewek.


Sampai suatu hari aku ada pelajaran fisika, mata pelajaran yang paling kubenci (karena bodoh kali ya he..he..he..), tapi kali ini aku kok jadi semangat sekali, apa sebab? aku sendiri tidak tahu, mungkin karena gurunya baru kali ya, karena guru fisika yang dulu Pak Rachmat sudah pindah. Agak lama aku dan teman-teman menunggu kedatangan sang guru baru. Kira-kira 30 menit kami menanti akhirnya pintu kelas di buka, betapa kagetnya aku, kulihat guru baru, guru fisika yang tampak macho dan keren apalagisaat kulihat tangannya yang banyak ditumbuhi bulu-bulu yang agak lebat, serta kumis tipis yang menghiasi bibirnya. Wow.. begitu menggoda pikirku, spontan saja angan fantasiku melayang kemana-kamana diiringi desiran darahku yang agak panas.

“Anak-anak, perkenalkan nama saya Pak Syamsudin,” dia mulai memperkenalkan dirinya, selanjutnya aku tidak mampu mendengar kata-katanya lagi karena aku terpesona oleh ketampanan guru itu terutama bibirnya yang begitu merah, begitu tipis, dengan dagu yang begitu indah karena jenggotnya yangselalu dicukur sehingga dagunya tampak kebiru-biruan. Oh, betapa nikmatnya kalau bibir itu kukecup dan kukulum. Jadi kalau pelajaran fisika akuselalu semangat, karena aku bisa melihat ketampanan Pak Syam yang selalu hadir dalam khayalan dan mimpi-mimpiku dan membuatku kurang konsentrasi pada palajaran yang diterangkannya. Jadi kalau aku ulangan nilai fisikaku pasti dapat merah, sampai-sampai ujian pun nilainya merah pula. Akhirnya suatu hari aku dapat panggilan dari Pak Syam yang macho dan tampanitu. Padahal aku sudah siap-siap pulang. Gembira, takut, bahagia, gematar berbaur menjadi satu waktu itu. Akhirnya kulangkahkan juga kakikudengan deg-deg pas ke ruang kantor.

“Silakan duduk!” katanya dengan agak berwibawa.
“Ada apa Pak?” jawabku.
“Kamu tahu tidak, berapa nilai fisikamu,” lanjutnya.
“Tidak tahu Pak,” sambungku sekenanya.
“Tidak tahu gimana, ini lihat hasil ujianmu kemarin,” katanya lagi sambil menyodorkan kertas hasil ujianku.

Entah sengaja atau tidak tanganku menyenggol tangannya, karuan saja gairahku langsung datang. Tapi anehnya dia menatapku dengan tatapan penuh arti, tapi aku hanya bisa menundukkan kepala saja. Dengan sangat perlahan dan lembut sekali dia menggenggam tanganku dan terus bergerak ke atas, terus, terus, sampai tangan itu menyentuh pipiku, sedangkan aku tidak bisa mengangkat kepala karena takut, tapi dengan sangat tiba-tiba sekali diamengecup keningku. Lanjut baca!


Viral Lendir Anal Ku Bikin Tambah Nikmat

Viral Lendir Anal Ku Bikin Tambah Nikmat

  Tradingan.com - teman kuliahku yang kerja di perusahaan swasta asing Korea untuk makan siang. Kantin di basement cukup ramai dan menunya banyak pilihan dan murah. Menurut Ina, temanku, di kantin itu tidak cuma karyawan biasa yang makan tapi sampai pimpinanpun juga bergabung di sana. Waktu kami sedang menyeruput orange juice, tampak 2 orang pria berumur 40 tahuan masuk dan Ina memberi isyarat bahwa yang rambutnya lurus agak keabu-abuan adalah Mr. Kim dan yang agak keriting hitam adalah Mr. Wook. Mr. Kim lebih tinggi jabatannya sebagai Manajer, sedangkan Mr. Wook wakilnya. Ina bekerja pada Mr. Wook sebagai sekretaris. Pakaian mereka rapi berdasi dan tampak mahal. Beda dengan aku yang rambutnya agak gondrong sedikit acak-acakan dengan T-shirt.

Ina sempat mengangguk sekilas saat mereka melihatnya. Mereka senyum tipis saja. Sekilas tatapan Mr. Wook agak aneh padaku. Ah, mungkin itu cuma perasaanku saja.

“Galak, ya In?”tanyaku.

“Sama sekali nggak.Justru mereka ramah dan baik sama aku.” jawab Ina pelan.

“Pasti karena ada maunya, iyakan?”godaku.

“Wuihh enak saja.Sorry aja, bo”

Tiba-tiba Mr Wook mendatangi meja kami yang agak di sudut dan berbicara dalam topik yang aku tak banyak tahu. Kadang mereka pakai bahasa Inggris kadang Indonesia. Setelah selesai, Ina sempat memperkenalkan aku pada Mr. Wook.

Sore itu badan rasanya sakit semua, setelah pagi sempat jogging, lalu kuliah full selama 6 jam sejak siang tadi. Kulalui pintu gerbang kampus yang megah dan asri dengan tanaman palm raksasa. Saat aku sedang berjalan menyusuri trotoar menuju halte, tiba-tiba sebuah sedan biru tua berhenti di tepi jalan. Suara klakson mengagetkanku dan membuatku menoleh kearah sedan itu. Terkejut saat di sana kulihat Mr. Wook duduk di belakang kemudi.

“Hai, Iwan. Kamu lihat Ina?”tanyanya agak lucu dengan dialek yang aneh.

“Ina sedang pulang kampung, Mr. Wook. Ibunya sakit mendadak.”jawabku cepat sambil mendekat.

“Makanya dia tak izin pada saya. Iwan pulang naik mobil saya saja, ya.”ajaknya.

Saya menggeleng agak malu.Tapi akhirnya saya tak kuasa menolak karena dia boss-nya sobatku.

Diantarnya aku ke tempat kost. Lalu kami berpisah.

Pagi jam 08.00 wib, bel kamar kost-ku berbunyi. Dengan langkah malas kuhampiri pintu depan.Paling si Ongen, sobatku. Brengsek, umpatku dalam hati. Aku masih pakai pakaian kebesaranku saat tidur, yaitu selana pendek tok.
Sambil membuka pintu, aku mengumpat,

“Brengsek lu, Ngen. Masih ngantuk nih!” sahutku seenaknya.

Tiba-tiba kurasakan wajahku memanas saat ku tahu yang datang Mr.Wook. Sambil sedikit membungkuk kupersilahkan ia duduk di sofa. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia